Setetes tinta yang ingin dikenang. Karena dengan tinta kau mengenal dunia. Karena dengan tinta pula, kau dikenal dunia.

February 18, 2012

Winter in Tokyo


Novel ke 3 dari tetralogi musim yang sangat terkenal karya Ilana Tan. Berlatar belakang musim dingin di Tokyo. Ilana menceritakan tentang seorang gadis bernama Ishida Keiko yang memiliki tetangga baru diapartemennya. Awal pertemuan menghebohkan dengan tetangga barunya yang kemudian dikenal dengan nama Nishimura Kazuto membuat keduanya semakin dekat dan tanpa disadari ada timbul rasa nyaman diantara keduanya.







Perpisahan dimalam Natal itu membuat dunia Keiko dan Kazuto berubah. 
Keiko yang menyadari perasaannya mulai resah karena apartemen tempat Kazuto sepi. 
Kazuto yang telah mengalami hari yang berat, kehilangan ingatannya satu bulan terakhir tinggal di Tokyo. 



Keiko menjalani kehidupan hari-harinya dengan dokter cinta pertamanya Akira.
Dan Kazuto kembali bertemu dengan Yuri, wanita yang membuatnya pergi meninggalkan Amerika.






"Aku akan tetap disini bersamamu," kata Kazuto sambilmenatap lurus kearah Keiko. Seulas senyum kecil tersungging dibibirnya. "Apakah kau mau menerima ku?"




Novel ini juga menjadi salah satu dari tetralogi yang tidak terlalu berat untuk unsur cerita. Winter in Tokyo lebih ringan dalam segi cerita dan penokohan. Kisahnya baru memasuki klimaks setelah Bab diman Kazuto mangantarkan Keiko pada malam Natal. Novel ini sangat ceria dibandingkan dengan yang lain. Mudah dipahami dan sangat mengesankan. 
Read More

Auntum in Paris

Jalan sepi.
Langit gelap.
Angin musim gugur bertiup kencang.
Ia merapatkan jaket yang dikenakannya, namun tubuhnya tetap saja menggigil. Bukan karena angin, karena saat ini ia sama sekali tidak bisa merasakan apa pun. Seperti saraf-sarafnya sudah tidak berfungsi. Ia tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, tidak bisa bersuara, dan tidak bisa merasakan apa-apa.
...



Sepenggal prolog untuk novel ke dua dari tetralogi musi karya Ilana Tan.
Kisah yang dimulai dari bertemunya dua orang yang asing di Paris.

Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugurnya.
Dan
Tatsuya Fujisawa membenci Paris dan musim gugur.

Mereka bertemu kemudian berteman. Tatsuya memiliki sisi yang tidak asing bagi Tara, tapi ia tidak mengetahui jawabannya. Sampai suatu hari di acara ulang tahun Elise, Tara mengenalkan Tatsuya Fujisawa pada Ayahnya dan dimulailah jawaban tentang sisi Tatsuya yang lain.

Novel karya Ilana Tan sangat menjiwai setiap karakternya, pembaca dibawa berimaginasi tentang latar belakang cerita dan penokohannya. Tentang rasa bahagia juga sedih. Salah satu dari 4 Novel Musim karya Ilana Tan yang membuat setiap pembaca menahan air mata.

Kesedihan yang dirasakan Tara Dupont begitu natural.


...
Saat itu Tatsuya punya banyak permohonan yang ia tahu tidak akan bisa terkabul. Kenyataan tidak akan bisa diubah. Tetapi ketika memandang Tara dan melihatnya tersenyum, ia tahu apa yang diinginkannya.
Sekarang ini ia hanya punya satu keinginan di atas segalanya. 
Satu permohonan.
Ia ingin Tara Dupont selalu bahagia. Walaupun itu berarti ia harus menerahkan seluruh hidupnya. 
...


Read More

February 17, 2012

The Last Chocolate



I give you this chocolate
This is my last day see you as my ex
This is last time i see you with my heart

Cause tomorrow will be different
For me and for you
I will
I will learn not to remember your love, your touch, your heart

Maybe we'll meet again as different person
Maybe..
Meet with not remember about the past

This is the last time
This is the last chocolate
Read More

February 16, 2012

Aku Dan Tempat Sampah

Rabu kemarin tepatnya taggal 15/02 adalah hari yang penting buat gue. Soalnya hari itu gue di interview oleh kepala divisi. Tempatanya di daerah sudirman. Hehehe..


Interview berjalan lancar walau agak panas dingin. Panas karena tegang, dingin karena AC-nya pooool dah. Kegiatan hari itu berlangsung kurang lebih satu jam. Setelah selesai gue berencana untuk pulang dikarenakan ongkos memang tidak memungkinkan jalan-jalan dan lebih baik menghemat :D.


Seperti biasa, gue menunggu bus didepan kantor. Lama-lama kaki pegel juga, habis haltenya gak keliatan -males cari juga sih-. Ya sudah, untung gue bawa air mineral yang diberikan pas interview tadi. Segeeer, tengah hari bolong minum yang dingin-dingin. Karena air mineral tadi menyisakan tempatnya, maka gue mulai mencari letak tong sampah di sekitar gue. Dan hasilnya menakjubkan.






DIMANA TEMPAT SAMPAH???


Ya ampun, trotoar selebar ini tapi gak ada tempat sampah. Mulai lah diriku kebingungan, mau dibuang sayang. Bukan berarti trotoarnya bersih, masih ada sampah-sampah yang lain. Tapi sampahnya kecil-kecil sedangkan tempat air mineral kan lumayan, kalau gue jatuh kan disitu, jadilah dia raksasa di negeri liliput. Maka gue putuskan untuk menyimpan dulu tempat air minum itu sampai berhasil menemukan tempat sampah. Dan yup, gue berhasil nemuin tempat sampah, yaitu di rumah gue sendiri. Olalalala....


Hmmm...


Lantas, kemana tempat sampahnya? Sayangnya gue juga gak tahu jawabannya. Mungkin dibawa pergi oleh alien yang tertarik dengan desainnya (oh, terlalu berlebih yak)


Dari kecil gue selalu disodorkan slogan "Buanglah Sampah Pada Tempatnya". Tapi kalau fasilitas tempat sampahnya saja tidak ada lantas bagaimana?
Jawabannya menjadi wajar jika kita melihat sampah di sana-sini. Karena salah satu alasan adalah tidak diberdayakannya tempat sampah yang baik pada setiap tempat. Kalu perlu jarak 5 meter ada tempt sampah. Hehehe. Itu membuktikan peran pemerintah untuk memajukan slogan "Buanglah Sampah Pada Tempatnya".


Jangan sampai yang menjadi TEMPAT SAMPAH adalah BUMI yang kita tinggal.
Read More

February 11, 2012

Apalah Arti Harapan.

Apalah arti harapan.
Ketika kau ucapkan, ketika itu juga kau pupuskan.

Apalah arti harapan.
Saat kau bercerita tentang masa depan, tapi saat itu juga kau hancurkan.

Apalah arti harapan.
Bila kau berikan sebuah cinta, namun kau buang begitu saja.

Apalah arti harapan.
Ketika harapan menjadi kekuatan, tapi apa daya yang terjadi bila harapan itu hilang.

Apalah arti harapan.
Aku hancur.
Aku sakit.
Aku menangis.

Apalah arti harapan, saat kau tidak bisa berharap lagi.
Read More

Pages

© Tinta Sederhana Yang Dikenang, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena