Ia pernah terluka
Goresannya tidak terlalu dalam, namum cukup membekas
Segala yang ia lalui mendadak hilang dari memori otaknya.
Bersembunyi ataukan sekedar tertutup oleh pintu baja
Pada oase yang ia termukan, tak jua lega yang ia dapat
Namun rasa haus yang terus menerus menjadi, mengerogoti tiap jengkal tenggorokannya
Mematikan mata air pada dirinya
Ia tak berani berlama-lama pada oase yang ia temui
Hanya sebentar,
Menyapa dan menghilang
Ia tak tahu akhir dari perjalanannya
Dekat atau masih harus menahan diri untuk berlari mencapainya
Tuhan tahu yang terbaik untuknya
Ia percaya
Karenanya ia tetap melangkah
Menyapa dan menghilang
July 22, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment